简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
OJK Cirebon: AI dan Arisan Bodong Ancam Ibu Rumah Tangga
Ikhtisar:OJK Cirebon menggelar edukasi literasi keuangan bagi organisasi perempuan pada 31 Juli 2026, memperingatkan modus kejahatan keuangan terbaru termasuk penyalahgunaan AI, phishing, investasi ilegal, dan arisan bodong yang menyasar ibu rumah tangga. Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menekankan prinsip 2L (Legal dan Logis) sebagai tameng utama masyarakat.

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar edukasi literasi keuangan bertajuk “Ibu Bijak Finansial: Kelola Rizki Jadi Berkah” di Aula Pangeran Cakrabuana pada Jumat, 31 Juli 2026.
Kegiatan ini menyasar organisasi perempuan dengan tujuan membekali para ibu agar semakin cakap mengelola keuangan dan mampu mengenali berbagai bentuk kejahatan di sektor jasa keuangan.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib hadir langsung dalam acara tersebut. Turut hadir Ketua TP-PKK Kota Cirebon Noviyanti Edo, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Cirebon Ny. Hj. Dr. Walyanah Iing Daiman, Ketua Ikatan Istri Pegawai OJK Cirebon Fitri Suciyanti, Ketua Ikatan Keluarga Istri Anggota DPRD Kota Cirebon Imelda Jovanca, serta Ketua Muslimat NU Kota Cirebon Hj. Euis Islahiyah, M.A. Perwakilan dari Bhayangkari, Persit, Jalasenastri, Ikatan Istri Pegawai Bank Indonesia, Fatayat NU, serta organisasi perempuan dari TNI, Polri, dan berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya juga hadir.
Modus Kejahatan Keuangan yang Kian Canggih
OJK Cirebon mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus kejahatan keuangan yang semakin berkembang.
Phishing, impersonasi, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) disebut kian marak digunakan untuk menjerat korban. Investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan arisan bodong juga kerap menyasar kalangan ibu rumah tangga.
Bahaya judi online turut menjadi perhatian serius karena dinilai dapat menggerus kondisi ekonomi dan mengancam keharmonisan keluarga.
Prinsip 2L: Legal dan Logis
Agus Muntholib menegaskan masyarakat perlu menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk keuangan atau menerima tawaran investasi.
“Pastikan produknya legal atau memiliki izin dari otoritas yang berwenang. Pikirkan secara logis setiap tawaran yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat,” ujarnya.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai cara mengelola keuangan keluarga secara terencana serta pentingnya menggunakan produk dan layanan keuangan yang telah berizin dan diawasi OJK.
Ibu: Manajer Keuangan Sesungguhnya
OJK Cirebon menilai perempuan, terutama para ibu, memiliki peran yang sangat besar dalam mengatur keuangan rumah tangga. Agus Muntholib menyatakan bahwa dalam banyak keluarga, ibu adalah manajer keuangan yang sesungguhnya.
“Ketika seorang ibu memiliki literasi keuangan yang baik, ia tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga melindungi seluruh anggota keluarganya dari berbagai risiko keuangan,” katanya.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Ketua TP PKK Kota Cirebon Noviyanti Edo mengapresiasi langkah OJK Cirebon yang melibatkan organisasi perempuan dalam memperluas edukasi keuangan.
Melalui kolaborasi ini, OJK Cirebon berharap para peserta dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing agar tercipta keluarga yang lebih tangguh dan masyarakat terlindungi dari kejahatan keuangan.
Kegiatan ini diliput Kanalindonesia.com dan Pikiran Rakyat Kuningan pada 3 Agustus 2026.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










