简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Fluktuasi Harga Emas dan Perak Mereda Setelah Lonjakan Awal Tahun 2026
Ikhtisar:Emas dan perak mereda setelah lonjakan tajam pada awal 2026, dengan pasar logam mulia masih dipengaruhi perubahan sentimen, suku bunga riil, dan permintaan fisik. Pembelian emas oleh bank sentral China serta dinamika pasokan-permintaan perak tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Harga emas bergerak bergejolak sepanjang tahun ini. Setelah sempat menembus di atas $5.500 per ons pada Januari, emas turun hingga di bawah $4.000 pada akhir Juni dan kini berada di sekitar $4.055.
Pergerakan tajam ini mengingatkan pasar pada siklus lonjakan dan koreksi besar yang pernah terjadi pada 1979-1980.
Emas tetap sensitif terhadap kekhawatiran geopolitik dan perubahan cepat dalam sentimen investor. Dalam fase terakhir, pergerakannya terlihat lebih dekat dengan aset berisiko dan suku bunga riil, bukan semata-mata sebagai aset safe haven.
Peran pasar Asia juga makin menonjol, terutama setelah bank sentral China meningkatkan pembelian emas, termasuk 15 ton pada Juni, sehingga cadangan emasnya mendekati 10% dari total cadangan devisa.
Ke depan, emas masih dapat dipengaruhi oleh arah ekspektasi suku bunga, kondisi ekonomi, dan tensi geopolitik. Jika pasar kembali mencari perlindungan atau ekspektasi suku bunga menurun, minat beli dapat menguat lagi.
Namun, pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, imbal hasil yang naik, dan pasar yang lebih tenang dapat membatasi ruang kenaikan.
Perak juga mengalami koreksi besar setelah mencapai sekitar $120 per ons pada awal 2026. Harga kini berada di sekitar setengah dari level tersebut, meski masih sekitar 70% lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan awal tahun dinilai sulit dipertahankan karena pengguna industri mulai menekan konsumsi, meningkatkan daur ulang, dan mengurangi penggunaan perak dalam proses produksi.
Permintaan perak masih ditopang sektor panel surya, yang menyerap hingga sekitar seperlima dari total permintaan.
Namun, efisiensi penggunaan perak belum sepenuhnya mengimbangi pertumbuhan produksi. Di sisi pasokan, belanja modal yang lebih tinggi berpotensi menambah produksi tambang, sehingga defisit pasokan dapat menyempit dan membatasi tekanan kenaikan harga.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










